Total Tayangan Halaman

Jumat, 11 Januari 2019

Tugas Inovasi SI dan New Technology 4.2


4.2 Bandingkan & jelaskan inovasi apa yang paling utama pada aplikasi transportasi online di Indonesia



Penjelasan

Ojek online bisnis kreatif dan inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang paling menonjol saat ini adalah Gojek. Yang merupakan industri baru di Indonesia. Kemampuan melihat peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia patut diacungi jempol. Gojek adalah pelopor bisnis ekonomi kreatif berbasis TIK di Indonesia, dalam waktu singkat perusahaan tersebut mampu menjadi sorotan masyarakat dan pelaku bisnis lainnya, sebagian kalangan pemerintahan pun memujinya dan menganggap itu sebagai ekonomi kreatif. Pro dan kontra di kalangan pelaku bisnis pun muncul, penolakan dan dukungan datang silih berganti, bahkan demo besar-besaran para pengemudi taksi, bis, mikrolet yang merasa terusik dan dirugikan dengan hadirnya Gojek turut mewarnai pro dan kontra kehadiran kedua bisnis kreatif tersebut di Indonesia. Bahkan menteri perhubungan sempat melarang beroperasinya Gojek, namun larangan tersebut mendapat perlawanan dan tantangan dari berbagai pihak, antara lain banyaknya protes dari masyarakat, kalangan akademisi, politikus, netizen dan tentu saja para pengemudi Gojek itu sendiri merasa keberatan dengan larangan tersebut, melihat besarnya penolakan terhadap larangan operasi Gojek tersebut yang dapat berpotensi menimbulkan gejolak sosial yang mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial sampai Presiden turun tangan sehingga akhirnya larangan menteri perhubungan tersebut dibatalkan. Fenomena Gojek sebagai bagian dari industri kreatif tersebut yang mendapat sorotan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat umum, kalangan akademisi, professional, politisi, aparatur pemerintahan telah menjadi berita skala nasional dan internasional.

Kehadiran Gojek dengan inovasi dan kreatifitas bisnisnya yang membawa manfaat luar biasa bagi banyak pihak khususnya masyarakat pengguna transportasi inilah yang menginspirasi penulis untuk membuat artikel dengan judul “Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ala Gojek”.

GO-JEK

GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sector informal di Indonesia. Saat ini Gojek bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok:

1. Kecepatan
2. Inovasi
3. Dampak sosial

Fasilitas yang didapatkan para Driver GO-JEK bukan hanya dari sistem bagi hasil yang menguntungkan mereka juga mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi ojek online Gojek.

Perbandingan

Perbandingan Ojek Online Gojek vs Grab

Ojek Online Go-Jek

Saat ini total ada 13 layanan ditawarkan Gojek. Selain layanan utama ojek online Go-Ride, Gojek juga menawarkan layanan Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Tix, Go-Bill, Go-Box, Go-Clean, Go-Massage, Go-Med, Go-Auto dan Go-Glam.

Dengan jumlah armada sekitar 220 ribu driver (per April 2016), Go-Jek menguasai pasar lokal dengan operasional yang mencakup hamper semua kota-kota besar di Indonesia. Layanan besutan Nadiem Makarim ini tersedia di wilayah Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan, Balikpapan, Yogyakarta, Semarang, Manado, Solo, Samarinda, Malang dan Batam.

Go-Jek memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih mahal sekitar Rp. 5.000 dari jam normal.

Untuk menarik konsumen, Go-Jek merayu pelanggannya dengan menawarkan diskon tariff perjalanan 50% jika membayar dengan uang elektronik Go-Pay. Sejauh ini, promosi tersebut masih berlaku hingga Januari 2017. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke cashless experience alias non tunai.

Berbicara pengalaman menggunakan aplikasi, sayangnya pada aplikasi Go-Jek masih kerap ditemui eror. Terkadang, orderan driver tersendat atau malah terjadi double order yang sering membingungkan pengguna dan driver.

Untuk komunikasi di antara driver dan penumpang dapat via chatting di aplikasi Go-Jek dan via telepon jika tidak ada kabar untuk driver dan penumpang Go-Jek. Tidak seperti dahulu masih menggunakan via sms dan memerlukan pulsa tambahan di luar paket data internet.

Catatan lainnya, driver terkadang tidak menggunakan plat nomor kendaraan yang sama pada aplikasi Gojek dan terkadang wajah drivernya juga tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi, jadi para pengguna gojek harus waspada dan menanyakannya terlebih dahulu sebelum berangkat ke tujuan.

Ojek Online Grab

Grab saat ini menawarkan tujuh layanan, GrabBike, GrabCar, GrabHitch, GrabExpress, GrabFood, GrabTaxi Promo dan GrabTaxi.

Jumlah armadanya kurang lebih 250ribu (data April 2016), namun angka itu mencakup penyebarannya di Asia Tenggara. Startup yang dipimpin Anthony Tan ini masih kalah dengan dominasi armada Go-Jek di pasar lokal.

Grab memang tak hanya fokus di Indonesia, melainkan mengincar pasar Asia Tenggara. Layanan ride sharing tersebut saat ini hadir di Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina.

Sebagai pesaing Go-Jek, Grab berupaya mengambil hati konsumen dengan memberikan berbagai diskon secara agresif. Grab kerap membuat kampanye tematik yang memasukkan kode tertentu untuk mendapatkan diskon, bahkan menggratiskan tariff perjalanan.

Sama seperti Go-Jek, Grab juga memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tariff akan lebih mahal sekitar Rp. 5.000 dari jam normal. Grab Masnya adalah salah satu kampanye promosi diskon Grab.
Beralih ke pengalaman menggunakan aplikasi, harus diakui aplikasi Grab relative lebih smooth dan minim terjadi eror dibandingkan dengan Go-Jek. Nilai plusnya, Grab juga punya fitur chat dan panggilan telepon di dalam aplikasi.

Jadi, tidak perlu biaya tambahan (koneksi seluler) ketika harus menelepon atau SMS, karena berbasis dan internet. Fitur komunikasi ini membuat driver maupun penumpang tidak saling tahu nomor telepon sehingga privasi lebih terjaga.

Grab juga mencantumkan plat nomor kendaraan si driver pada aplikasinya, sehingga memudahkan penumpang menemukan driver yang menjemput, akan tetapi beberapa driver Grab juga terkadang tidak memakai plat nomor yang sesuai seperti yang ada di aplikasi Grab.

Saya sendiri menggunakan Go-Jek dalam perjalanan harian saya untuk bekerja dan kuliah. Jika untuk bekerja saya hanya memerlukan biaya 30ribu sementara kalo untuk berangkat kuliah saya harus mengeluarkan biaya 60ribu dikarenakan rush hour dan jarak yang jauh dari kantor ke kampus saya sekitar 20km.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar