4.2 Bandingkan & jelaskan inovasi apa yang
paling utama pada aplikasi transportasi online di Indonesia
Penjelasan
Ojek online bisnis kreatif dan inovatif yang
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang paling menonjol saat ini
adalah Gojek. Yang merupakan industri baru di Indonesia. Kemampuan melihat
peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di
Indonesia patut diacungi jempol. Gojek adalah pelopor bisnis ekonomi kreatif
berbasis TIK di Indonesia, dalam waktu singkat perusahaan tersebut mampu
menjadi sorotan masyarakat dan pelaku bisnis lainnya, sebagian kalangan
pemerintahan pun memujinya dan menganggap itu sebagai ekonomi kreatif. Pro dan
kontra di kalangan pelaku bisnis pun muncul, penolakan dan dukungan datang
silih berganti, bahkan demo besar-besaran para pengemudi taksi, bis, mikrolet
yang merasa terusik dan dirugikan dengan hadirnya Gojek turut mewarnai pro dan
kontra kehadiran kedua bisnis kreatif tersebut di Indonesia. Bahkan menteri
perhubungan sempat melarang beroperasinya Gojek, namun larangan tersebut
mendapat perlawanan dan tantangan dari berbagai pihak, antara lain banyaknya
protes dari masyarakat, kalangan akademisi, politikus, netizen dan tentu saja
para pengemudi Gojek itu sendiri merasa keberatan dengan larangan tersebut,
melihat besarnya penolakan terhadap larangan operasi Gojek tersebut yang dapat
berpotensi menimbulkan gejolak sosial yang mengganggu stabilitas ekonomi dan
sosial sampai Presiden turun tangan sehingga akhirnya larangan menteri
perhubungan tersebut dibatalkan. Fenomena Gojek sebagai bagian dari industri
kreatif tersebut yang mendapat sorotan dari berbagai pihak, mulai dari
masyarakat umum, kalangan akademisi, professional, politisi, aparatur
pemerintahan telah menjadi berita skala nasional dan internasional.
Kehadiran Gojek
dengan inovasi dan kreatifitas bisnisnya yang membawa manfaat luar biasa bagi
banyak pihak khususnya masyarakat pengguna transportasi inilah yang
menginspirasi penulis untuk membuat artikel dengan judul “Ekonomi Kreatif
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi ala Gojek”.
GO-JEK
GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa
sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sector
informal di Indonesia. Saat ini Gojek bermitra dengan sekitar 200.000
pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk
menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar
makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok:
1. Kecepatan
2. Inovasi
3. Dampak sosial
Fasilitas yang didapatkan para Driver GO-JEK bukan
hanya dari sistem bagi hasil yang menguntungkan mereka juga mengatakan bahwa
pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga
mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih
banyak pelanggan melalui aplikasi ojek online Gojek.
Perbandingan
Perbandingan
Ojek Online Gojek vs Grab
Ojek
Online Go-Jek
Saat ini total ada 13 layanan ditawarkan Gojek. Selain
layanan utama ojek online Go-Ride, Gojek juga menawarkan layanan Go-Car, Go-Send,
Go-Food, Go-Mart, Go-Tix, Go-Bill, Go-Box, Go-Clean, Go-Massage, Go-Med,
Go-Auto dan Go-Glam.
Dengan jumlah armada sekitar 220 ribu driver (per
April 2016), Go-Jek menguasai pasar lokal dengan operasional yang mencakup hamper
semua kota-kota besar di Indonesia. Layanan besutan Nadiem Makarim ini tersedia
di wilayah Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan,
Balikpapan, Yogyakarta, Semarang, Manado, Solo, Samarinda, Malang dan Batam.
Go-Jek memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni
pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih
mahal sekitar Rp. 5.000 dari jam normal.
Untuk menarik konsumen, Go-Jek merayu pelanggannya
dengan menawarkan diskon tariff perjalanan 50% jika membayar dengan uang
elektronik Go-Pay. Sejauh ini, promosi tersebut masih berlaku hingga Januari
2017. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk mendorong lebih banyak orang
beralih ke cashless experience alias non tunai.
Berbicara pengalaman menggunakan aplikasi, sayangnya
pada aplikasi Go-Jek masih kerap ditemui eror. Terkadang, orderan driver
tersendat atau malah terjadi double order yang sering membingungkan pengguna
dan driver.
Untuk komunikasi di antara driver dan penumpang
dapat via chatting di aplikasi Go-Jek dan via telepon jika tidak ada kabar
untuk driver dan penumpang Go-Jek. Tidak seperti dahulu masih menggunakan via
sms dan memerlukan pulsa tambahan di luar paket data internet.
Catatan lainnya, driver terkadang tidak menggunakan
plat nomor kendaraan yang sama pada aplikasi Gojek dan terkadang wajah
drivernya juga tidak sesuai dengan yang ada di aplikasi, jadi para pengguna
gojek harus waspada dan menanyakannya terlebih dahulu sebelum berangkat ke
tujuan.
Ojek
Online Grab
Grab saat ini menawarkan tujuh layanan, GrabBike,
GrabCar, GrabHitch, GrabExpress, GrabFood, GrabTaxi Promo dan GrabTaxi.
Jumlah armadanya kurang lebih 250ribu (data April
2016), namun angka itu mencakup penyebarannya di Asia Tenggara. Startup yang
dipimpin Anthony Tan ini masih kalah dengan dominasi armada Go-Jek di pasar lokal.
Grab memang tak hanya fokus di Indonesia, melainkan
mengincar pasar Asia Tenggara. Layanan ride sharing tersebut saat ini hadir di
Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina.
Sebagai pesaing Go-Jek, Grab berupaya mengambil hati
konsumen dengan memberikan berbagai diskon secara agresif. Grab kerap membuat
kampanye tematik yang memasukkan kode tertentu untuk mendapatkan diskon, bahkan
menggratiskan tariff perjalanan.
Sama seperti Go-Jek, Grab juga memberlakukan jam
sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di
jam ini, tariff akan lebih mahal sekitar Rp. 5.000 dari jam normal. Grab Masnya
adalah salah satu kampanye promosi diskon Grab.
Beralih ke pengalaman menggunakan aplikasi, harus
diakui aplikasi Grab relative lebih smooth dan minim terjadi eror dibandingkan
dengan Go-Jek. Nilai plusnya, Grab juga punya fitur chat dan panggilan telepon
di dalam aplikasi.
Jadi, tidak perlu biaya tambahan (koneksi seluler)
ketika harus menelepon atau SMS, karena berbasis dan internet. Fitur komunikasi
ini membuat driver maupun penumpang tidak saling tahu nomor telepon sehingga
privasi lebih terjaga.
Grab juga mencantumkan plat nomor kendaraan si
driver pada aplikasinya, sehingga memudahkan penumpang menemukan driver yang
menjemput, akan tetapi beberapa driver Grab juga terkadang tidak memakai plat nomor
yang sesuai seperti yang ada di aplikasi Grab.
Saya sendiri menggunakan Go-Jek dalam perjalanan
harian saya untuk bekerja dan kuliah. Jika untuk bekerja saya hanya memerlukan
biaya 30ribu sementara kalo untuk berangkat kuliah saya harus mengeluarkan biaya
60ribu dikarenakan rush hour dan jarak yang jauh dari kantor ke kampus saya
sekitar 20km.