3.3 gambarkan & beri penjelasan tentang siklus
pengembangan sistem informasi berbasis inovasi !
Langkah-langkah
yang diperlukan dalam siklus pengembangan suatu sistem informasi berbasis
inovasi untuk membangun dan mengimplementasikan sistem informasi bisnis di
suatu perusahaan.
Pengembangan sistem informasi manajemen dilakukan
melalui beberapa tahap, dimana masing-masing langkah menghasilkan suatu yang
lebih rinci dari tahap sebelumnya. Tahap awal dari pengembangan sistem umumnya
dimulai dengan mendeskripsikan kebutuhan pengguna dari sisi pendekatan sistem
rencana strategis yang bersifat makro, diikut dengan penjabaran rencana strategis
dan kebutuhan organisasi jangka menengah dan jangka panjang. Masukan (input)
utama yang dibutuhkan dalam tahap ini mencakup:
· Kebutuhan
strategis organisasi
· Aspek
legal pendukung organisasi
· Masukan
kebutuhan dari pengguna
Secara garis besar ada lima tahap yang biasa dijadikan
sebagai batu pijakan atau model dalam melaksanakan aktivitas pengembangan
sistem informasi, yaitu: perencanaan, analisis, desain, pembuatan, implementasi,
dan pasca implementasi.
1. Tahap
perencanaan
Tahap ini merupakan suatu rangkaian
kegiatan sejak ide pertama yang melatarbelakangi pelaksanaan pengembangan
sistem tersebut dilontarkan. Dalam tahap perencanaan pengembangan sistem harus
mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan merencanakan proyek-proyek
besar lainnya, seperti perencanaan pengadaan perangkat jaringan teknologi
informasi (TI), rencana membangun gedung kantor 15 tingkat.
Keuntungan-keuntungan yang diperoleh jika proyek pengembangan sistem informasi
direncanakan secara matang, mencakup:
· Ruang
lingkup proyek dapat ditentukan secara jelas dan tegas. Unit organisasi, kegiatan
atau sistem yang mana akan dilibatkan dalam pengembangan ini dan unit mana yang
tidak dilibatkan. Informasi ini
memberikan perkiraan awal besarnya sumber daya yang diperlukan.
· Dapat
mengidentifikasi wilayah/area permasalahan potensial. Perencanaan akan
menunjukkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi suatu kesalahan, sehingga hal-hal
demikian dapat dicegah sejak awal.
· Dapat
mengatur urutan kegiatan. Banyak sekali tugas-tugas terpisah dan harus berjalan
secara bersamaan/paralel yang diperlukan untuk pengembangan sistem. Tugas-tugas
ini diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan
untuk efisiensi.
· Tersedianya
sarana pengendalian. Tingkat pengukuran kinerja harus dipertegas sejak awal.
2. Tahap
analisis
Ada dua aspek yang menjadi fokus tahap
ini, yaitu aspek bisnis atau manajemen dan aspek teknologi. Analisis aspek
bisnis mempelajari karakteristik organisasi yang bersangkutan. Tujuan dilakukannya
langkah ini adalah untuk mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi
yang paling sesuai dan relevan di organisasi dan berpengaruh atau memiliki dampak tertentu terhadap proses desain,
konstruksi, dan implementasi. Selama tahap analisis, sistem analis terus bekerja
sama dengan manajer, dan komite pengarah SIM terlibat dalam titik-titik yang
penting mencakup kegiatan sebagai berikut:
a. Menetapkan rencana penelitian
sistem
b. Mengorganisasikan tim proyek
c. Mendefinisikan kebutuhan informasi
d. Mendefinisikan kriteria kinerja
sistem
e. Menyiapakn usulan rancangan sistem
f. Menyetujui atau menolak rancangan
proyek pengembangan sistem
Keluaran dan proses analisis di aspek
ini adalah masalah-masalah penting yang harus segara ditangani, analisis
penyebab dan dampak permasalahan bagi organisasi, beberapa kemungkinan skenario
pemecahan masalah dengan kemungkinan dan dampak risiko serta potensinya, dan pilihan
alternatif solusi yang direkomendasikan.
3. Tahap
perancangan (desain)
Pada tahap ini, tim teknologi informasi
bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen
sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari
teknologi informasi yang akan dibangun, seperti sistem basis data, jaringan komputer,
Teknik konversi data, metode migrasi sistem, dan sebagainya.
Sementara itu, secara paralel dan Bersama-sama
tim bisnis atau manajemen, dan tim teknologi informasi akan melakukan
perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait, seperti:
standard operating prrocedures (SOP), struktur organisasi, kebijakan-kebijakan,
Teknik pelatihan, pendekatan SDM, dan sebagainya. Langkah-langkah tahap rancangan
sistem mencakup:
a. Menyiapkan
detail rancangan sistem
b. Mengidentifikasi
berbagai alternatif konfigurasi/rancang bangun sistem
c. Mengevaluasi
berbagai alternatif konfigurasi sistem
d. Memilih
konfigurasi terbaik
e. Menyiapkan
usulan penerapan/aplikasi
f. Menyetujui
atau menolak aplikasi sistem
berdasarkan desain yang telah dibuat,
konstruksi atau pengembangan sistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim
teknis merupakan tulang punggung pelaksanaan tahap ini, mengingat semua hal
yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi
informasi dalam skala yang lebih detail.
Dari semua tahapan yang ada, tahap
konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melihatkan sumber daya terbesar,
terutama dalam hal penggunaan SDM, biaya, dan waktu. Pengendalian terhadap
manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar penggunaan sumber
daya dapat efektif dan efisien. Bagaimanapun, hal ini akan berdampak terhadap
keberhasilan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu. Akhir
dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba atas sistem informasi yang baru
dikembangkan.
4. Tahap
pembuatan
Setelah proses perancangan yang cukup
panjang, tahap berikutnya adalah membuat sistem informasi. Pembuatan sistem ini
meliputi kegiatan pembuatan aplikasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat,
disertai dengan pembuatan buku penggunaan aplikasi agar mudah saat melakukan
training dan implementasi sistem. Pada tahap ini diperlukan proses ujicoba
aplikasi meliputi: uji performa, program logic (sintaks), implementasi business
rules, faktor manusia, business process/procedure, efisiensi input dan output.
5. Tahap
implementasi
Tahap implementasi merupakan tahap
yang paling kritis karena untuk pertama kalinya sistem informasi akan dipergunakan
di dalam organisasi. Ada berbagai pendekatan untuk implementasi sistem yang
baru didesain. Pekerjaan utama dalam implementasi sistem biasanya mencakup
hal-hal sebagai berikut:
a. Merencanakan waktu yang tepat
untuk implementasi
b. Mengumumkan rencana implementasi
c. Mendapatkan sumberdaya perangkat
keras dan lunak
d. Menyiapkan database
e. Menyiapkan fasilitas fisik
f. Memberikan pelatihan dan workshop
g. Menyiapkan saat yang tepat untuk
cutover (peralihan sistem)
h. Penggunaan sistem baru
Pemberian pelatihan (training) harus
diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain
untuk mengurangi risiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk
menanamkan rasa memiliki terhadap sistem baru yang akan diterapkan. Dengan cara
ini, seluruh jajaran pengguna akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan
memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang.
6. Tahap
pasca implementasi
Pengembangan sistem informasi
biasanya diakhiri setelah tahap implementasi dilakukan. Namun, ada satu tahapan
lagi yang harus dijaga dan diperhatikan oleh manajemen, yaitu tahap pasca
implementasi. Kegiatan yang dilakukan di tahap pasca implementasi adalah
bagaimana pemeliharaan sistem akan dikelola.
Seperti halnya sumber daya yang lain,
sistem informasi akan mengalami perkembangan di kemudian hari. Hal-hal seperti
modifikasi sistem, berpedoman ke sistem lain, perubahan hak akses sistem,
penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan contoh dari
kasus-kasus yang biasanya timbul dalam pemeliharaan sistem. Disinilah diperlukan
dokumentasi yang memadai dan pemindahan pengetahuan dari pihak penyusun sistem
ke pengguna untuk menjamin terkelolanya dengan baik proses-proses pemeliharaan
sistem.
Dari perspektif manajemen, tahap
pasca-implementasi adalah berupa suatu aktivitas di mana harus ada personil
atau divisi yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem
informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang dinamis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar