3.2 Jelaskan & berikan contoh tentang virtual
reality dan augmented reality !
Pengertian
Virtual Reality (VR)
Teknologi virtual reality yang lebih awal adalah peta
bioskop aspen, yang diciptakan oleh MIT pada tahun 1977. Programnya adalah suatu
simulasi kasar tentang kota aspen di Colorado, dimana para pemakai bisa
mengembara dalam salah satu dari tiga gaya yaitu musim panas, musim dingin, dan
poligon. Dua hal pertama tersebut telah didasarkan pada foto, karena para
peneliti benar-benar memotret tiap-tiap pergerakan yang mungkin melalui
pandangan jalan kota besar pada kedua musim tersebut, dan yang ketiga adalah
suatu model dasar 3 dimensi kota besar. Akhir tahun 1980 istilah “Virtual
Reality” telah dipopulerkan oleh Jaron Lanier, salah satu pelopor modern dari
bidang tersebut. Lanier yang telah mendirikan perusahaan VPL riset pada tahun
1985, telah mengembangkan dan membangun sistem “kacamata hitam dan sarung
tangan” yang terkenal pada masa itu.
Virtual reality merupakan teknologi yang memungkinkan
seseorang melakukan suatu simulasi terhadap suatu objek nyata dengan
menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana 3 dimensi sehingga
membuat pemakai seolah-olah terlibat secara fisik.
Sistem seperti ini biasanya dapat digunakan untuk perancang
obat, arsitek, insinyur, pekerja medis, dan bahkan orang awam untuk melakukan
aktivitas-aktivitas yang meniru dunia nyata. Lingkungan virtual reality pada
umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer
atau melalui sebuah penampil stereoskopik, tapi beberapa simulasi mengikutsertakan
tambahan informasi hasil pengamatan, seperti suara melalui speaker atau
headphone.
Contoh aplikasi virtual reality yang digunakan saat
ini yaitu dalam bidang militer. Virtual reality dipakai untuk melakukan
simulasi latihan perang, simulasi latihan terjun paying, dan sebagainya. Dimana
dengan pemakaian teknologi ini bisa lebih menghemat biaya dan waktu dibandingkan
cara konvensional. Contoh lain adalah pilot yang menggunakan virtual reality
untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang
sesungguhnya. Kesan nyata dalam virtual reality ini dapat tercipta dengan
menggunakan beberapa peralatan, yaitu:
· Walker
· Headset
· Glove
Pemakai melihat suatu dunia semu yang sebenarnya
adalah gambar-gambar bersifat dinamis. Melalui headphone atau speaker,
pendengar akan mendengar suara yang realistis. Melalui headset, glove dan walker,
semua gerakan pemakai dipantau oleh sistem yang akan memberikan reaksi yang
sesuai sehingga pemakai seolah-olah merasakan pada situasi yang nyata, baik
secara fisik maupun psikologis.
Virtual reality sendiri memiliki efek negatif yaitu
cybersickness. Cybersickness adalah gangguan yang sering dialami dalam
penggunaan virtual reality. Penderita akan merasa ketegangan mata dan bahkan
disertai rasa pusing. Terkadang penderita secara psikologis masih terbawa pada
suasana semu walaupun sebenarnya penderita sudah kembali ke dunia nyata. Jadi,
gangguan ini tidak boleh dianggap remeh karena penderita biasanya sudah kembali
ke dunia nyata dan selalu terangan-angan dalam dunia semu.
Pengertian
Augmented Reality (AR)
Menurut penjelasan Haller, Billinghurst, dan Thomas
(2007), riset Augmented Reality bertujuan untuk mengembangkan teknologi yang memperbolehkan
penggabungan secara real-time terhadap digital content yang dibuat oleh komputer
dengan dunia nyata. Augmented reality memperbolehkan pengguna melihat objek
maya dua dimensi atau tiga dimensi yang diproyeksikan terhadap dunia nyata
(Emerging Technologies of Augmented Reality: Interfaces and Design).
Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi
tertentu ke dalam dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan perlengkapan
seperti webcam, komputer, hp android, maupun kacamata khusus. User ataupun
pengguna didalam dunia nyata tidak dapat melihat objek maya dengan mata
telanjang untuk mengidentifikasi objek dibutuhkan perantara berupa computer dan
kamera yang nantinya akan menyisipkan objek maya ke dalam dunia nyata.
Metode
Augmented Reality
Metode yang dikembangkan pada augmented reality saat
ini terbagi menjadi dua metode, yaitu Marker Based Tracking dan Markless
Augmented Reality.
1.
Marker
Augmented Reality (Marker Based Tracking)
Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam
dan putih persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang putih. Komputer akan
mengenali posisi dan orientasi marker dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu
titik (0,0,0) dan tiga sumbu yaitu X, Y dan Z. Marker Based Tracking ini sudah
lama dikembangkan sejak 1980-an dan pada awal 1990-an mulai dikembangkan untuk
penggunaan augmented reality.
2.
Markerless
Augmented Reality
Salah satu metode
augmented reality yang saat ini sedang berkembang adalah metode “Markerless
Augmented Reality”, dengan metode ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan
sebuah marker untuk menampilkan elemen-elemen digital, dengan tool yang
disediakan Qualcomm untuk pengembangan augmented reality berbasis mobile
device, mempermudah pengembang untuk membuat aplikasi yang markerless (Qualcomm,
2012).
Seperti yang saat ini dikembangkan
oleh perusahaan augmented reality terbesar di dunia total immersion dan qualcomm,
mereka telah membuat berbagai macam Teknik markerless tracking sebagai
teknologi andalan mereka, seperti face tracking, 3D object tracking, dan motion
tracking.
a.
Face
tracking
Algoritma
pada komputer terus dikembangkan, hal ini membuat komputer dapat mengenali
wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung dan mulut
manusia, kemudian akan mengabaikan objek-objek lain di sekitarnya seperti
pohon, rumah, dan lain-lain. Teknik ini pernah digunakan di Indonesia pada
pekan raya Jakarta 2010 dan toy story 3 event (Widiansyah, Firman, 2014)
b.
3D
object tracking
Berbeda dengan Face
Tracking yang hanya mengenali wajah manusia secara umum, Teknik 3D object tracking
dapat mengenali semua bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil meja,
televisi dan lain-lain.
c.
Motion
tracking
Komputer dapat menangkap
gerakan, motion tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk
memproduksi film-film yang mencoba mensimulasikan gerakan.
d.
GPS
based tracking
Teknik GPS Based Tracking
saat ini mulai popular dan banyak dikembangkan pada aplikasi smartphone (iPhone
dan Android), dengan memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam
smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian
menampilkannya dalam bentuk arah yang kita inginkan secara realtime, bahkan ada
beberapa aplikasi yang menampilkannya dalam bentuk 3D.
Perbedaan
VR dan AR
Teknologi belakangan ini mengalami perkembangan yang sangat
cepat yang juga memberikan perubahan ke beberapa bidang. Yang sering ramai
dibicarakan akhir-akhir ini adalah teknologi virtual reality dan augmented
reality. Bagi pembaca yang penasaran, saya akan membahas pengertian virtual reality dan perbedaannya dengan augmented reality.
Virtual reality terdiri dari dua kata yaitu virtual
dan reality yang berarti maya dan realitas. Virtual reality adalah teknologi
yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer.
Dalam teknisnya, virtual reality digunakan untuk menggambarkan lingkungan tiga
dimensi yang dihasilkan oleh komputer dan dapat berinteraksi dengan seseorang.
Contoh teknologi virtual reality yang cukup sederhana
adalah google cardboard karena dibuat menggunakan kertas. Google cardboard ini
belum begitu mempunyai banyak fungsi, tetapi dengan menggunakan google
cardboard kita akan merasakan pengalaman virtual reality dengan cara
menggabungkan smartphone yang memiliki sensor gyroscope dengan google
cardboard.
Teknologi virtual reality ini biasanya digunakan pada
bidang medis, arsitektur, penerbangan, hiburan dan lain-lain. Contoh virtual
reality banyak sekali, salah satunya seperti game FPS (First Person Shooter)
yang akan membuat pengguna merasa berada di dalam game tersebut. Selain itu,
virtual reality digunakan pada foto dan video 360 derajat yang membuat pengguna
merasa berada di tempat.
Selain itu, beberapa perangkat virtual reality yang
cukup popular lainnya adalah oculus rift yang dikembangkan oleh facebook. Oculus
rift memberikan pengalaman berbeda untuk pengguna dalam bermain sebuah game. Selain
oculus rift, perangkat virtual reality lainnya adalah Samsung gear VR, Playstation
VR, HTC Vive dan Octagon VR yang dibuat oleh perusahaan di Bandung.
Sedangkan augmented reality adalah integrasi informasi
digital dengan lingkungan pengguna secara real time. Berbeda dengan virtual
reality yang menciptakan lingkungan 3D yang benar-benar buatan. Teknologi augmented
reality menggunakan lingkungan yang ada di dunia nyata kemudian menambahkan
informasi baru di atasnya.
Untuk perangkat augmented reality yang menyita
perhatian adalah perangkat besutan Microsoft yang diberi nama Microsoft hololens.
Perangkat ini berfokus pada penggabungan hologram tiga dimensi yang bersifat
augmented reality dengan dunia nyata. Selain itu, google glass yang berbentu
kacamata yang dibuat oleh google merupakan kacamata yang menggunakan teknologi
augmented reality yang memiliki banyak fungsi.
Teknologi augmented reality ini biasanya digunakan
pada bidang militer, media, komunikasi dan manufaktur. Contoh yang sering
digunakan oleh pengguna adalah google translate. Dengan ini, memungkinkan
pengguna menerjemahkan kata berbahasa asing yang dilihat menggunakan kamera
smartphone seperti papan pengumuman atau rambu-rambu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar